Mahasiswa KKN Universitas Andalas Adakan Penyuluhan Gizi, Pencegahan Stunting, dan Parenting di Posyandu Jorong Sungai Guntung, Nagari Pasia Laweh
- BROCA FK UNAND
- Aug 10, 2025
- 2 min read
AGAM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas 2025 melaksanakan penyuluhan kesehatan di Posyandu Jorong Sungai Guntung, Nagari Pasia Laweh dengan materi seputar gizi seimbang, Isi Piringku, pencegahan stunting, tipe parenting pada anak, serta 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (9/8/2025) ini dihadiri para ibu hamil, ibu menyusui, kader posyandu, dan masyarakat sekitar. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi yang tepat serta pola asuh yang baik demi tumbuh kembang optimal anak.
Mahasiswa KKN dari rumpun kesehatan menyampaikan materi secara interaktif, dimulai dari penjelasan konsep Isi Piringku sebagai panduan porsi makan sehat, hingga pentingnya kecukupan gizi pada 1000 HPK — periode emas yang menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan. Selain itu, juga disampaikan cara mencegah stunting melalui pola makan bergizi, kebersihan lingkungan, dan akses layanan kesehatan yang rutin.
Materi parenting membahas tipe-tipe pola asuh anak, dampaknya terhadap perkembangan psikologis, serta tips membangun komunikasi positif antara orang tua dan anak. Peserta juga diajak berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mempraktikkan penyusunan menu sehat sederhana.
Selain memberikan penyuluhan, mahasiswa KKN juga turut membantu pelaksanaan kegiatan rutin posyandu, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan balita, pencatatan perkembangan anak, hingga pendistribusian makanan tambahan bergizi kepada peserta.

Ketua Kelompok KKN Unand, Nabil Zahid Rahman, menyampaikan bahwa edukasi gizi dan parenting sangat penting untuk memutus siklus stunting di masyarakat. “Dengan pengetahuan yang tepat, orang tua bisa memastikan anak-anak mereka tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Pencegahan stunting dimulai dari rumah, dari asupan gizi dan pola asuh yang benar,” ujarnya.
Kegiatan mendapat respon positif dari peserta. Salah satu kader posyandu mengaku penyuluhan ini memberi pemahaman baru mengenai pentingnya mengatur porsi makan dan variasi makanan bergizi seimbang.

“Saya rasa materi ini sangat penting untuk diketahui oleh banyak orang tua yang anaknya masih dalam Banyak ibu di sini yang baru tahu detail tentang Isi Piringku dan 1000 HPK. Penjelasannya mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan,” ungkapnya.
Penyuluhan diakhiri dengan sesi tanya jawab, pembagian poster edukasi gizi, dan foto bersama. Suasana berjalan hangat, penuh antusiasme, dan meninggalkan bekal pengetahuan berharga bagi masyarakat.
Reporter : Aidil Rizal Yushan, Farah Khaulah Salsabila, Kayla Nadira




Comments