top of page

Mahasiswa Kebidanan Unand Memperkenalkan Teknik Relaksasi Pijat Bayi Balita di Posyandu Jorong Pale

  • Writer: BROCA FK UNAND
    BROCA FK UNAND
  • Jan 22
  • 2 min read

Sumatera Barat, Kamis 8 Januari 2026, Sebanyak 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) bekerja sama dengan Pustu Jorong Pale dan kader setempat menyelenggarakan posyandu rutin untuk bayi dan balita, Kamis (1/2) pukul 09.00–12.00 WIB. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 50 balita dan lansia ini tidak hanya fokus pada pemeriksaan kesehatan standar, tetapi juga memperkenalkan teknik relaksasi pijat bayi, yang dianggap langka di wilayah Nagari Pematang Panjang. 


Gambar 1.1 Demonstrasi Pijat Bayi Balita di Jorong Pale
Gambar 1.1 Demonstrasi Pijat Bayi Balita di Jorong Pale

Inovasi Menjawab Kebutuhan Lokal, Rabiyatul Husna (2310332015), prodi Kebidanan Unand selaku PJ Program Kerja, menjelaskan inisiatif ini diakui karena minimnya pelayanan kebidanan berbasis metode pijat bayi di daerah tersebut. “Pijat bayi tidak hanya menstimulasi tumbuh kembang, tetapi juga membangun bonding antara ibu dan anak. Teknik ini bisa dilakukan di rumah tanpa harus ke praktik bidan,” terang Husna, didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Winda Purnama Sari, SP., MP. 


Dalam acara ini, peserta mendapatkan layanan pengukuran tinggi, berat badan, dan lingkar kepala secara rutin, serta imunisasi langsung oleh bidan Tika, pengelola Pustu Jorong Pale. Selain itu, tim KKN dari berbagai jurusan memberikan stimulasi kepada balita melalui kegiatan bermain edukatif. Langkah ini, bagi Husna, mendorong pendekatan multidisiplin dalam membangun kesehatan komunitas. 


Gambar 1.2 Penyuluhan Pijat Bayi Balita Kepada Para Kader dan Masyarakat Tentang Manfaat Pijat Bayi Balita
Gambar 1.2 Penyuluhan Pijat Bayi Balita Kepada Para Kader dan Masyarakat Tentang Manfaat Pijat Bayi Balita

Partisipasi Pemangku Kepentingan Kegiatan ini tidak hanya menarik perhatian orang tua dan kader, tetapi juga mendapat apresiasi dari Bapak Walinagari Pematang Panjang dan perangkat nagari. “Kami melihat ini sebagai langkah inovatif mengatasi kebutuhan layanan kesehatan anak yang belum merata,” ujar Winda Purnama Sari, yang menilai kegiatan ini memberi kontribusi signifikan dalam penguatan kesehatan primer. 


Kritik Konstruktif: Kebijakan Harus Memantau Implementasi meski diapresiasi, keterlibatan mahasiswa KKN menegaskan perlunya pemantauan jangka panjang. Teknik pijat bayi, meski sederhana, membutuhkan pendidikan berkelanjutan untuk memastikan praktik yang aman. Analisis dari Anderan Febrizal (mengacu pada studi kesehatan komunitas) menunjukkan, inisiatif lokal seperti ini berpotensi efektif jika terintegrasi dengan kebijakan daerah. 


Kegiatan hari ini, dengan latar belakang partisipasi penuh masyarakat, menjadi contoh kolaborasi antara akademisi, fasilitas kesehatan, dan komunitas dalam menjawab tantangan kesehatan daerah. Dengan pendekatan holistik, Pustu Jorong Pale kini menjadi titik awal gerakan edukasi kesehatan yang berkelanjutan. 


Penulis : Rabiyatul Husna

Comments


BROCA.png (1).jpg

UKM JURNALISTIK BROCA BEM KM FK UNAND

MENUJU INTELEKTUALITAS MASYARAKAT KAMPUS

  • alt.text.label.Instagram
  • Youtube
  • Spotify
bottom of page