Magis Panggung CHARS 2025: Musical Theater "Sitti Nurbaya" Hadirkan Romantika Cinta dan Kepedulian Sosial
- BROCA FK UNAND
- Feb 24, 2025
- 3 min read
Updated: Mar 12, 2025
Padang, 24 Februari 2025 – Keindahan seni dan kepedulian sosial berpadu dalam satu panggung melalui acara CHARS (Charity and Arts of Rumah Seni) yang menampilkan musical theater “Sitti Nurbaya”, sebuah kisah cinta klasik dari ranah Minangkabau. Acara ini merupakan program kerja unggulan dari UKM Rumah Seni BEM KM FK Unand, yang memadukan unsur vokal, musik, teater, dan tari dalam sebuah pertunjukan yang memukau.
Bertempat di gedung UPGRISBA Convention Center, Padang, pada 23 Februari 2025, CHARS berhasil menghadirkan pengalaman teatrikal yang mendalam bagi para penonton. Mengusung kisah legendaris “Sitti Nurbaya” karya Marah Rusli, pertunjukan ini mengajak para penikmat seni larut dalam romansa tragis antara Sitti Nurbaya, Samsul Bahri, dan Datuk Meringgih. Dengan sentuhan musikal dan tari, alur cerita disampaikan dengan penuh emosi, menggugah perasaan dan membangkitkan nostalgia akan kisah sastra klasik Indonesia.

Menurut sang sutradara, Fitri Nurhaliza, persiapan CHARS telah berlangsung sejak tahun 2024, dengan kerja keras seluruh tim selama satu tahun penuh. Setiap elemen dipadukan secara apik, dari aransemen musik yang menghidupkan suasana, koreografi tari yang anggun, hingga akting para pemeran yang membawakan tokoh-tokoh dengan sangat mendalam. Tidak hanya itu, kostum yang digunakan juga dirancang dengan detail, mencerminkan nuansa Minangkabau yang khas dengan warna-warna cerah dan motif tradisional yang memperkaya estetika panggung.
Tak hanya menampilkan pertunjukan yang spektakuler, CHARS juga memiliki misi sosial. Sebagian dari hasil penjualan tiket akan disumbangkan kepada Komunitas Cahaya Peduli, komunitas nirlaba yang peduli pada anak-anak penderita kanker yang beraktivitas di Kota Padang, Sumatera Barat, sebagai bentuk kepedulian terhadap para penderita kanker. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang pembinaan bagi anggota UKM Rumah Seni BEM KM FK Unand yang ingin mengembangkan bakatnya di dunia seni, memberikan pengalaman langsung dalam dunia pertunjukan profesional.
Kisah Sitti Nurbaya sendiri mengisahkan seorang gadis cerdas dan berbakti yang terpaksa menikah dengan Datuk Meringgih, seorang pria tua kaya raya, demi menyelamatkan ayahnya dari lilitan utang. Cintanya kepada Samsul Bahri yang tulus pun harus kandas karena keserakahan dan ketidakadilan. Kisah ini menggambarkan perjuangan melawan sistem patriarki dan kesewenang-wenangan, yang masih relevan hingga saat ini. Berbagai adegan emosional dalam pertunjukan ini semakin diperkuat oleh iringan musik yang dramatis dan koreografi tari yang menggambarkan pergolakan batin para tokoh.
Selain menghibur, CHARS juga memberikan edukasi kepada penonton mengenai nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung dalam karya sastra Minangkabau. Dengan penyampaian yang lebih modern dan kreatif, kisah klasik ini menjadi lebih mudah dipahami dan dinikmati oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda yang mungkin belum familiar dengan karya Marah Rusli.

Dengan antusiasme tinggi dari penonton yang berjumlah 363 orang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, CHARS tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga menginspirasi semangat berbagi dan kepedulian sosial. Harapannya, pertunjukan ini dapat terus berlanjut dan semakin mengukuhkan eksistensi seni di tengah masyarakat.
Bagi yang belum sempat menyaksikan, bersiaplah untuk kehadiran CHARS 2027 — karena seni tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati dan membawa perubahan!
Reporter : Nasyanda Balqis, Kayla Nazwa Putri Adhila, Elvi Khumairah, Aidil Rizal, Akbar Putra

DITUNGGU CHARS 2027 🤩🤩
masyaallah keren nyaa 💗💗😍🫂